Kamis, 28 Juni 2012

RAUP RP 1,5 MILLIAR DARI MY BENTO

Merintis usaha sejak tahun 2006, Dede Sulaiman kini sukses mengelola bisnis dekorasi bento. Di bawah bendera usaha My Bento, bisnisnya berkembang dengan omzet mencapai Rp 1,5 miliar per bulan, dengan laba 30%.

Omzet sebesar itu didapat dari 15 gerai bento miliknya yang tersebar di Karawang, Depok, Garut, Subang dan Indramayu. Itu belum termasuk 55 gerai My Bento milik para mitra usahanya yang tersebar di berbagai daerah.

Maklumlah, usaha yang berbasis di Pondok Gede, Jakarta Timur ini sudah menawarkan kemitraan sejak tahun 2007 silam. Dalam kerja sama kemitraan ini ia menawarkan paket booth, indoor, dan restoran.

Menurut Dede, bento disukai karena rasanya yang cocok dengan lidah masyarakat Indonesia. Dengan dihias, penggemar bento pun semakin banyak.

Namun, untuk menarik minat konsumen, hiasan bento harus benar-benar unik dan menyedot perhatian konsumen. Selama ini, Dede banyak menyajikan hiasan bento berdasarkan tema-tema tertentu, seperti ulang tahun, acara kantor, sunatan, launching produk dan pesta-pesta lainnya.

"Menghias bento sesuai dengan tema tertentu tidaklah gampang," katanya.

Dede bilang, seni menghias bento membutuhkan keterampilan dan pengalaman. Agar karyawannya dapat menghias bento sesuai permintaan konsumen, ia pun kerap memberikan pelatihan secara intensif dan terus-menerus.

Hingga saat ini, total karyawan yang bekerja di gerai My Bento sudah 450 orang. Setiap gerai memiliki enam sampai 10 karyawan. "Para karyawan ini harus diperkuat keahliannya menghias bento," ujarnya.

Kendati persaingan makin ketat, Dede mengaku potensi pasar bento masih besar. Ia bisa sukses mengelola bisnis ini karena rajin membuka jaringan hingga ke daerah-daerah di luar Jabodetabek. Sampai saat ini, jaringan bisnisnya sudah mencapai Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Dede memilih fokus memperkuat jaringan di daerah karena persaingannya yang belum begitu ketat. Selain itu, "Bento juga sangat diminati di daerah-daerah," katanya.

Dede menawarkan sejumlah menu dengan dekorasi yang berbeda-beda, seperti tepanyaki, chicken katsu, tempura, dan yakiniku. Agar produknya diminati banyak orang, Dede memakai bumbu dan bahan baku yang halal serta bercita rasa lokal, seperti menggunakan rempah-rempah tradisional.

9 komentar:

  1. Sebuah usaha yang terbilang sukses....
    Info menarik

    BalasHapus
  2. salam sukses selalu kawan dalam usaha dan bisnisnya :)
    salam hangat dari Makassar :)

    BalasHapus
  3. Semoga Sukses gan dengan usahanya...amin.
    Salam kenal dari saya

    www.counter-pulsa.com

    BalasHapus
  4. kunjungan balik gan. makasih sdh berkunjung di http://anekakuedanmasakan.blogspot.com

    BalasHapus
  5. kunjungan balik gan. makasih sdah berkunjung di http://anekakuedanmasakan.blogspot.com

    BalasHapus
  6. moga makin sukse pak bisnisnya....
    :D
    tak tunggu bagi bagi rejekinya haha

    BalasHapus
  7. Artikelnya sangat menarik sehingga pengunjung betah berlama-lama disini. Visit my blog

    BalasHapus
  8. pengen deh punya usaha yang menguntungkan kaya gini...

    BalasHapus

Silakan berikan kritik dan saran untuk artikel ini. Terima kasih telah membaca artikel saya.